Kali pertama melihat
posternya di koreandrama.org
(tempat saya biasa ngecekin judul-judul drama baru), kesan saya biasa saja.
Nggak menarik perhatian. Malah cenderung masuk ke kategori yang tak akan saya
kasih kesempatan meski cuma satu episode jika melihat dari sinopsisnya.
Oh ya,
kebiasaan saya yang lain terkait per-drama-Korea-an adalah baca artikel spoiler
di kkuljaem,
meski artikel tersebut tentang drama-drama yang nggak saya tonton. Daripada rating,
saya lebih suka mengetahui pendapat-pendapat netizen di sana tentang
dramanya.
Dan, respon
untuk Age of Youth tanpa saya duga amat positif. Dari situlah saya mulai
tergerak untuk mencoba satu episode drama ini. Cast-nya bisa dibilang
pendatang baru semua—setidaknya saya nggak kenal, kecuali Ryu Hwa Young. Dan
untuk episode pertama sendiri, sudah langsung mencuri perhatian saya. Saya
cowok, dan hal yang ajaib buat saya bisa relate ke tokoh-tokoh di dalam
drama ini. Episode satu berhasil menaik-turunkan emosi saya lewat si pendiam
Eun Jae, saya bisa ikut merasakan kegelisahannya berada di tempat baru,
kemarahan-kemarahan yang dia pendam. Sampai akhirnya melampaui batas dan
meledak. Setelah episode pertama ini saya langsung penasaran dengan
kelanjutannya, dan sampai akhirnya drama menjadi tontonan reguler saya di akhir
pekan.
Bagian paling
saya suka dari drama ini adalah opening credit-nya. Setiap episode
dibikin berbeda sesuai dengan apa yang mau diceritakan di episode tersebut. Ah
ya, tentu saja penutup di setiap episodenya, sesi wawancara untuk tokoh-tokoh
utama serta beberapa tokoh pendukungnya itu lho, bikin penonton jadi makin
terasa dekat dengan mereka.
Kekuatan drama
ini sendiri terletak pada tokoh-tokohnya yang manusiawi, karakter-karakter
mereka yang berbeda-beda, dan bagaimana penonton bisa dengan mudah mengerti
mereka. Konfliknya sendiri mencakup banyak persoalan, semuanya rumit dan dalem.
Bahkan sampai melibatkan nyawa. Hidup dan mati.
Dari kiri ke
kanan: Yoo Eun Jae, Song Ji Won (Senior Song), Yoon Jin Myung (Senior Yoon),
Jung Ye Eun (Senior Jung/Madame Jung), Kang Yi Na (Kang Unni)
Kalau ditanya
tokoh favorit, saya bingung. Apakah saya lebih suka Eun Jae yang pendiam,
manis, tapi ternyata memendam sesuatu yang kejam, atau Senior Song yang
hidupnya easy-going namun kesepian karena kurang beruntung dalam hal
cinta tapi bisa dibilang yang paling perhatian dengan teman-temannya. Atau Kang
Unni yang sering dicap murahan tapi sebenarnya punya masa lalu yang kelam. Atau
Senior Jung yang manis tapi kurang pintar dalam memilih cowok. Atau sang
pekerja keras, Senior Yoon? Semuanya punya pribadi yang unik sih, dan
masing-masing memiliki momen di mana pesona mereka terpancar paling kuat.
Nonton deh kalo nggak percaya. *tetep promosi*
*(lewatkan
saja bagian terakhir di bawah ini jika kamu ingin menghindari spoiler)
Lalu, alasan kenapa drama ini harus ada season 2-nya (dengan cast yang
sama, tentu saja):
- Saya puas dengan endingnya, namun masih tidak siap untuk berpisah dengan cewek-cewek kos Belle Epoque. 12 episode terlalu singkat!
- Masih banyak pertanyaan-pertanyaan di benak saya yang belum dijawab seperti: tokoh cewek mantan penghuni kos yang dilihat oleh Eun Jae fotonya (di episode pertama). Apa sebenarnya yang terjadi dengannya dan 4 penghuni lama?
- Siapa Hyo Jin? Nama yang disebut oleh Senior Song di ending episode 10?
- Senior Song pantas punya akhir bahagia untuk masalah cintanya juga! Memang ada peluang sih, tapi, saya sebagai penggemar Senior Song garis keras butuh kepastian!


No comments:
Post a Comment